Duduk bersila diteras rumah
Melihat peristiwa bertahun yang lalu
Tanpa beban, Lepas dan tak terarah
Terpampang jelas!!
Bermain ditenda pikiran
Bergelut dengan imajinasi dan khayalan
Menerawang jauh dengan segala kewaspadaan
Tak seperti yang lalu, bertahun yang lalu
Tanpa beban, lepas dan tak terarah
Samar terlihat.
brahmanda sandie
Minggu, 08 Maret 2015
Senin, 02 Maret 2015
Secuil Pengantar
Huruf demi huruf tersusun teracak menjadi sebuah makna yang seringnya bias. Ini hanyalah luapan emosi yang getarkan otak dan gerakan tangan, jari menggenggam memijat pena yang muntahkan tinta makna. Blog tak bernyawa ini hanyalah rasa, nyatakan duka, puaskan hasrat, ungkapkan marah dan tuangkan kecewa. Ringkasan beberapa tahun menempa diri (2005-2015). Dalam lingkaran pertemanan yang luar biasa, percintaan yang banyak memberi pelajaran dan makna keluarga yang mulai memudar.
Secuil imajinasi didalam kepala lama makin terasa berontak, memaksa diri tak tau harus berbuat apa. Semoga dengan lahirnya halaman ini bisa menutup semua gejolak kepala yang penuh kata dan tanda tanya. Menempa diri dan petualangan terhebat dengan segala problemanya. Bukan rawa ataupun rimba, hanya mencoba bertarung dengan hutan masalah dan dalamnya rawa kehidupan. Mencari jalan selamatkan raga dan mencari cara bahagiakan jiwa. Apakah semua ledakan ini masih terlalu amis untuk disajikan atau masih sangat mentah untuk dinikmati.
Rasanya sah-sah saja luapkan rasa, ungkapkan amisnya, pahitnya dan manisnya dibalik mentahnya hidup. Tak sedikit bahwa ini adalah ungkapan ketidaksempurnaan, kekurangan atau bahkan kekurangajaran.
Semua ini tertuang dan terpadatkan dengan segitiga kehidupan yang sama sisi, karena setiap hal mempunyai sudut pandang yang berbeda hanya tampak sama, Ya! tampak sama. Tidak bisa disalahkan dalam semua sirkus kata ini. Maaf, hanya tentang sudut pandang.
Pada akhirnya saya memilih membiarkan jari menari diatas kertas atau terkadang keyboard hanya untuk memuntahkan isi kepala. Saya persembahkan muntahanku ini untuk semua hal yang banyak memberiku pelajaran, makna dan arti hidup, yaitu segitiga kehidupanku. Teman, Cinta dan Keluarga.
(Bandung, 02 Maret 2015)
00:40am
Minggu, 01 Maret 2015
Berkarya Bukan Menghina
Acara
di indonesia yang makin hari makin gak jelas dan gak berkualitas, sedikit
mengusik kreativitas saya untuk sedikit menuangkan entah itu opini, kritik,
saran atau judgement. Persaingan di bisnis entertainment yang mungkin sangat ketat,
para kru yang sudah kehabisan ide kreatifnya atau memang para pelawak dan
presenter sudah tidak tau bagaimana melawak. Seakan setiap acara yang
ditayangkan terlalu dipaksakan, dari mulai pengambilan judul acara yang gak
keren sampai ke lawakan yang sama sekali tidak berkualitas. Penonton dipaksa
agar ketawa bukan karena pengisi acara pintar melawak atau menyajikan materi
dengan lucu tetapi penonton dipaksakan tertawa karena para pengisi acara selalu
menyelipkan masalah pribadi orang lain (sesama presenter) kedalam lawakannya. Kasarnya,
jadi pelawak jaman sekarang gak usah pinter ngelawak, pinter-pinter aja nyari
tau masalah pribadi orang yang bisa dibikin ketawa, terus jadiin materi deh.
Makin
sini saya makin gak tau dimana logika orang-orang ini. Bisa-bisanya masalah
keluarga, pribadi dan masalah yang kasat mata pun itu tidak boleh banyak orang
tau, kok dengan santainya dijadikan lawakan, dijadikan bahan tertawaan. Saya
perhatikan setiap hari acara-acara ini mengundang bintang tamu, biasanya yang
memang sedang mempunyai masalah pribadi yang sedang santer di infotaiment.
Entah dengan tujuan apa atau maksudnya seperti apa tetapi selalu berakhir
dengan bully atau mengungkit-ungkit masalah diatas panggung. Tidak sedikit dari
mereka yang benar-benar emosi bahkan sampai tidak mau melanjutkan acara. Sekali
lagi, pelawak-pelawak bodoh jaman sekarang itu berdalih dengan “gitu aja marah,
kita kan becanda” “masa pelawak marah digituin doang”.
Masalah
bukan untuk dipublikasi apalagi dengan cara yang terlihat meremehkan bahkan
menganggap itu bukan masalah. Mau itu pelawak, presenter, aktor/ris, dll mereka
tetap manusia, mereka mempunyai batasan masing-masing yang tidak boleh orang
lain lewati begitu saja sekalipun teman dekat atau bahkan pacar, istri/suami.
Untuk
para pelaku dunia entertainment, jadilah kalian yang smart, kreatif, dan jadi
panutan penonton. Kalian diidolakan karna kalian pantas diidolakan, bukan karna
kalian kaya, populer atau jago ngomongin orang depan kamera, karena suatu saat
kalian-kalian semua bakal kembali kedunia nyata yaitu masyarakat luas yang
mempunyai aturan dan norma yang tidak bisa dibayar dengan setumpuk uang atau
setenar popularitas tetapi dengan saling toleransi dan saling menghargai serta
hormat.
Para
penikmat seni atau para penonton, selektiflah dalam memilih acara dan idola,
pintarlah dalam memilih tontonan, tidak selalu idola memberikan contoh positif
mereka seringnya justru menunjukan yang tidak seharusnya diperlihatkan. Karena
sudah mengidolakan, terkadang sulit sekali menjadi sosok yang netral, sekalipun
itu salah tapi yang ngomong adalah idola kita ya anggap bener aja. Tapi
sekalipun omongan itu bener tapi bukan idola malahan rival idola kita, ya tetep
salah aja.
Hati-hati
menjaga buah hati yang masih harus orang tua kontrol penuh. Acara-acara saat
ini sudah semakin jahat dalam mensetting otak anak-anak. Tidak semuanya acara
yang terbungkus lucu dalam balutan cover anak-anak adalah acara yang pantas
untuk dilihat sibuah hati. Bahkan acara dengan koe SU (semua umur) tetap harus dalam
pengawasan. Ya itulah, para pelaku seni yang tidak berkualitas dan tidak smart
seringnya menampilkan hal yang vulgar untuk diketahui khalayak.
KITA BEBAS SAJA BERKARYA TAPI TIDAK DENGAN MENGHINA.
Minggu, 22 Februari 2015
Segelas Nutrisi
Jeruk Nipis Hangat
Secarik Kertas dengan Coretannya
Sebatang Teman Terselip Disela Jari
Roda Dua Berganti Mendatangi
Obrolan yang Tanpa Ujung
Jeruk yang Makin Lama Terasa Masam
Segelas Kenangan Hidup
Bercampur Rata didalam Jeruk Nipis Hangat
Asam, Manis dan Kehangatan
Dibungkus Rapi
Terperangkap didalam Beningnya Kaca
Minggu, 15 Februari 2015
Unsense
dibalik tegar wajahmu
samar terlihat jiwa yang rapuh dibalik matamu
dibalik lepasnya tertawamu
jelas berbeda karna sebenarnya kesakitan menyelimutimu
kerasnya kehidupan terus menamparmu
derasnya cobaan tak henti menghanyutkan
lelah belajar
bagaimana bertahan
bagaimana agar tetap berjalan
tak hanya diam
kuat, bukan karna pandai mengambil simpulan
kuat hanyalah satu-satunya jalan
terbuang, bukan karna tak bernyawa
tersisihkan bukan karna tak berharga
bangga berbeda
selami nurani
biarkan sendiri
temukan jati diri
samar terlihat jiwa yang rapuh dibalik matamu
dibalik lepasnya tertawamu
jelas berbeda karna sebenarnya kesakitan menyelimutimu
kerasnya kehidupan terus menamparmu
derasnya cobaan tak henti menghanyutkan
lelah belajar
bagaimana bertahan
bagaimana agar tetap berjalan
tak hanya diam
kuat, bukan karna pandai mengambil simpulan
kuat hanyalah satu-satunya jalan
terbuang, bukan karna tak bernyawa
tersisihkan bukan karna tak berharga
bangga berbeda
selami nurani
biarkan sendiri
temukan jati diri
5 Cm/Second To 950 Km/Hours
sejak saat itu, aku tau dimana keabadian, hati dan jiwa kita terbaring
menjadi jelas bagiku berbagi kebersamaan dan waktu selama bertaun-taun
namun, melihat waktu kedepan
akan sangat pedih terasa
kehangatan jiwanya
bagaimana akan memperlakukannya dan akan ku bawa kemana?
itu adalah sesuatu yang tidak aku ketahui
bahwa kami setelah ini akan berpisah untuk waktu yang lama
kenyataan yang jelas-jelas terpampang
kehidupan yang yang luas dan waktu yang tak terbatas
tak terelakan terbentang diantara kita
namun, kegelisahan akan segera meleleh
dan setelah itu hanya akan ada rasa rindu
malam itu kita berbagi selimut dan sekedar bercerita menghabiskan malam
sampai tak sadarkan kita terlelap
pagi datang, semuanya harus kembali seperti semula
kita berpisah.
yang terpikirkan, untuk beberapa alasan
kita akan bersama lagi
ketika waktunya tiba
bukan hanya jarak yang memungkinkan kita
sekedar naik kereta atau pun garuda
hanya untuk sedekar bertemu satu sama lain
dibandara ataupun station.
menjadi jelas bagiku berbagi kebersamaan dan waktu selama bertaun-taun
namun, melihat waktu kedepan
akan sangat pedih terasa
kehangatan jiwanya
bagaimana akan memperlakukannya dan akan ku bawa kemana?
itu adalah sesuatu yang tidak aku ketahui
bahwa kami setelah ini akan berpisah untuk waktu yang lama
kenyataan yang jelas-jelas terpampang
kehidupan yang yang luas dan waktu yang tak terbatas
tak terelakan terbentang diantara kita
namun, kegelisahan akan segera meleleh
dan setelah itu hanya akan ada rasa rindu
malam itu kita berbagi selimut dan sekedar bercerita menghabiskan malam
sampai tak sadarkan kita terlelap
pagi datang, semuanya harus kembali seperti semula
kita berpisah.
yang terpikirkan, untuk beberapa alasan
kita akan bersama lagi
ketika waktunya tiba
bukan hanya jarak yang memungkinkan kita
sekedar naik kereta atau pun garuda
hanya untuk sedekar bertemu satu sama lain
dibandara ataupun station.
Jumat, 13 Februari 2015
Valentine Day's
Kartu Valentine Kuno
Valentine Days disebut juga Hari kasih sayang/ hari Santo Valentinus. (kata Santo berarti "orang suci")
dirayakan hampir diseluruh negara, gereja ortodok timur, anglikan, gereja lutheran.
kegiatan ini merupakan sebuah budaya, identik dengan kriten dan komersial.
bermakna hari kasih sayang dan hari Santo Valentinus.
tanggal kegiatan 14 febuari (gereja katolik) dan 7 juli (gereja ortodoks)
mengisi kegiatan dengan saling bertukar kartu dan hadiah, berkencan, layanan gereja.
Sejarah
Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahansuci Dewa Zeus dan Hera.
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengahtelanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.menurut ensiklopedia katolik nama Valentinus setidaknya merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yaitu seorang pastor roma, uskup iteramna dan seorang martir diprovinsi romawi afrika.
Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus.[3] Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal usulnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.
Era abad pertengahan
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa
-
- For this was sent on Seynt Valentyne's day ("Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus")
- When every foul cometh there to choose his mate ("Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya")
Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London.[4] Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
- Sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (orang suci dalam ajaran Katolik), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis, "Dari Valentinusmu".
- Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.
Hari Valentine pada era modern
Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 - 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)
(sumber. wikipedia)
Dari Sudut Pandang Islam (Qur'an dan Sunnah)
“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ”
Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." Wallahu'alam bishawab.
(sumber. eramuslim.com)
Langganan:
Postingan (Atom)