Malam, ku sukai dirimu
Gelap, rindu ini tak pernah luntur
Suram, aku pernah bersamamu begitu lama
Kelam, kau pernah selimutku
Sakit, aku tak pernah benar-benar sembuh
Pilu, hujaniku dengan beribu rasa sakit
Cinta, satu-satunya alasan untuk tetap disini, berdiri
Aku tak pernah bisa terlepas dari kalian, dengan utuh
Ku rangku, Ku peluk dan ku simpan dengan baik
Ku biakan hidup ini penuh luka dan kesedihan
Ku biarkan gelap selimutiku dengan kepiluan
kemudian,
Cahaya entah dari mana,
masuk dan menghampiriku yang sedang berjongkok
Dia berkata:
"Bangkitlah manusia keparat!! Bangun!!
Kini jalanmu terbuka dari pada yang lain
Daripada mereka yang merasa Aku beri jalan,
padahal itu kebuntuan dari kebodohan mereka
Mereka yang merasa Aku beri cahaya
padahal cahaya itu sesunguhnya kegelapan
Sedangkan kau, disini menungguku
Dalam kubangan kebosanan belajar
Dalam reruntuhan ilmu pengetahuan
Dalam pengapnya kegelapan
Inilah cahaya-Ku wahai manusia Keparat!!!
Akulah teman terbaikmu".
brahmanda sandie
Rabu, 04 Oktober 2017
Sobat
Telah ku dapati
Orang yang membayarkan makananku
Orang yang ada disaat aku ada
Seseorang yang berkata "kamu kemana saja"
Adakah,
Hadirnya sosok
Orang gila yang bisa menyantap makananku, tanpa sungkan
Orang sinting yang tetap ada disaat saya diam
Orang aneh dan tolol
Yang berkata "aku sudah ada disini sejak kau tak menyadari jika aku disini".
Orang yang membayarkan makananku
Orang yang ada disaat aku ada
Seseorang yang berkata "kamu kemana saja"
Adakah,
Hadirnya sosok
Orang gila yang bisa menyantap makananku, tanpa sungkan
Orang sinting yang tetap ada disaat saya diam
Orang aneh dan tolol
Yang berkata "aku sudah ada disini sejak kau tak menyadari jika aku disini".
3 Tahun Terakhir
Aku menyaksikanmu dari ujung jembatan
Aku menunggumu di ujung jalan
Tak pernah sekalipun ku temui seseorang
Dalam 3 tahun terakhirku
Ilalang, karat dan jamur menjalar ditubuhku
Mereka yang menyalakan tungku
Mereka yang membuatkan kopi
dan Mereka yang setidaknya memberikanku alasan menulis
Tidak ada.
Keindahan pagar narasi ku tiada
Kecantikan taman puisiku dipenuhi ilalang
Aku telah menjadi hama bagi diriku sendiri
Rangkaian kata yang semula menggila
Untaian kasih sayang yang semula menjelma
Kini tertidur
Walaupun karat, jamur dan ilalang
Tak pernah benar benar merusakku
Tetap, aku membutuhkanmu
Untuk mengusir kelembaban diruang kosakata ku.
Aku menunggumu di ujung jalan
Tak pernah sekalipun ku temui seseorang
Dalam 3 tahun terakhirku
Ilalang, karat dan jamur menjalar ditubuhku
Mereka yang menyalakan tungku
Mereka yang membuatkan kopi
dan Mereka yang setidaknya memberikanku alasan menulis
Tidak ada.
Keindahan pagar narasi ku tiada
Kecantikan taman puisiku dipenuhi ilalang
Aku telah menjadi hama bagi diriku sendiri
Rangkaian kata yang semula menggila
Untaian kasih sayang yang semula menjelma
Kini tertidur
Walaupun karat, jamur dan ilalang
Tak pernah benar benar merusakku
Tetap, aku membutuhkanmu
Untuk mengusir kelembaban diruang kosakata ku.
Keluarlah!!!
Untuk tahu siapa dirimu
Tak perlu kau lihat bagaimana orang lain
Kamu hanya perlu melihat lebih dalam
Lebih dalam lagi dan lagi "Siapa diri-Mu?'
Biarkan diri mu sendiri menyendiri
dan menggambarkan semua keanehan
Apa sebenarnya yang aku cintai?
Tolong,
Jagalah matamu agar kau tetap bisa melihat
Biarkan nafsumu agar tetap menyala
Tapi, beri tahu aku apa yang ada dalam hatimu
Namun, jika yang ada yang ada dalam hatimu
Luka dan kesedihan
Hiduplah dengannya
Luka dan kesedihan adalah,
tempat dimana cahaya bisa memasuki mu.
Tak perlu kau lihat bagaimana orang lain
Kamu hanya perlu melihat lebih dalam
Lebih dalam lagi dan lagi "Siapa diri-Mu?'
Biarkan diri mu sendiri menyendiri
dan menggambarkan semua keanehan
Apa sebenarnya yang aku cintai?
Tolong,
Jagalah matamu agar kau tetap bisa melihat
Biarkan nafsumu agar tetap menyala
Tapi, beri tahu aku apa yang ada dalam hatimu
Namun, jika yang ada yang ada dalam hatimu
Luka dan kesedihan
Hiduplah dengannya
Luka dan kesedihan adalah,
tempat dimana cahaya bisa memasuki mu.
Disanalah Aku
Aku tak pernah bisa terlihat olehmu
Bukan karena aku pengecut
Keramaian hanyalah bentuk majemuk dari kebodohan
Jika selama ini kamu mencariku
Cari saja di sisi sudut tergelap kota itu
Di kota, dimana kamu hanya bisa melihat kemunafikan
Kebodohan pun merajalela disana
Akulah kebenaran yang diam disisi tergelap kota itu
Tapi tolong, tetap simpan aku di sisi tergelapmu
Jika kamu berhasil
Menemukanku.
Bukan karena aku pengecut
Keramaian hanyalah bentuk majemuk dari kebodohan
Jika selama ini kamu mencariku
Cari saja di sisi sudut tergelap kota itu
Di kota, dimana kamu hanya bisa melihat kemunafikan
Kebodohan pun merajalela disana
Akulah kebenaran yang diam disisi tergelap kota itu
Tapi tolong, tetap simpan aku di sisi tergelapmu
Jika kamu berhasil
Menemukanku.
Kamu
Kamu adalah cinta
Yang selalu membuatku terperangkap
Aku bisa melihat kesakitab di masa lalu mu
Hubungan antar manusia yang penuh dusta
Coretan masa kecil yang lara
Ketika kau genggam tangan ini
Aku seperti merasakan kesepian, kesedihan dan air mata
Ini seperti drama yang aku lihat beberapa waktu lalu
Ketika ku mencumbu bibir mu dengan lembut
Aku merasakan wangi strawberry disela gigimu
Ya, disanalah masa depan
Bisa saja kamu bosan dengan hidup yang kamu jalani
Ketika aku menahanmu untuk tidak pergi
Kamu semakin menjauh dan tak menoleh
Ketika kita tertawa
Disanalah rasa marahmu
Rasa marah akan sesuatu, tidak tahu
Aku sudah melakukannya
dan Aku tak pernah melakukan ini sebelumnya
Ku lepaskan mu dengan damai
Ku cintaimu dalam diam
Do'a ku hanyalah Bualan!!
Yang selalu membuatku terperangkap
Aku bisa melihat kesakitab di masa lalu mu
Hubungan antar manusia yang penuh dusta
Coretan masa kecil yang lara
Ketika kau genggam tangan ini
Aku seperti merasakan kesepian, kesedihan dan air mata
Ini seperti drama yang aku lihat beberapa waktu lalu
Ketika ku mencumbu bibir mu dengan lembut
Aku merasakan wangi strawberry disela gigimu
Ya, disanalah masa depan
Bisa saja kamu bosan dengan hidup yang kamu jalani
Ketika aku menahanmu untuk tidak pergi
Kamu semakin menjauh dan tak menoleh
Ketika kita tertawa
Disanalah rasa marahmu
Rasa marah akan sesuatu, tidak tahu
Aku sudah melakukannya
dan Aku tak pernah melakukan ini sebelumnya
Ku lepaskan mu dengan damai
Ku cintaimu dalam diam
Do'a ku hanyalah Bualan!!
Scared
Kamu bilang, kamu mencintai hujan
Tapi kamu segera memakai payung dikala dia turun
Kamu bilang, kamu suka matahari
Tapi ketika kamu berjalan dibawahnya
Segera kamu mencari perlindungan
Kamu bilang, angin adalah hidupmu
Tapi ketika dia berhembus
Segera kamu tutup jendelamu
Jadi, ketika kamu berbicara
Jika kamu sangat mencintaiku
Dikala itu pula aku Takut.
Tapi kamu segera memakai payung dikala dia turun
Kamu bilang, kamu suka matahari
Tapi ketika kamu berjalan dibawahnya
Segera kamu mencari perlindungan
Kamu bilang, angin adalah hidupmu
Tapi ketika dia berhembus
Segera kamu tutup jendelamu
Jadi, ketika kamu berbicara
Jika kamu sangat mencintaiku
Dikala itu pula aku Takut.
Minggu, 19 Maret 2017
Rindu Menjadi Gila
Dalam beberapa bulan terakhir ini waktu terasa habis oleh kesibukan sebagai manusia normal. Makan, tidur, kerja, tidur lagi. Tak sedikit pun waktu ini bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain, misalkan menjadi orang gila. Hidup menjadi manusia normal seperti kebanyakan disatu sisi memang tak seberat menjadi orang tolol dan gila. Tak harus berpikir, hanya bertindak sesuai SOP'nya (Standar Opertional Prosedur). Tapi jauh dalam pikiran dan lebih jauh lagi ke dalam inti sel, ini semua tak bisa begitu saja aku terima dengan mudah. 6 bulan tanpa berbicara politik, agama, sosial budaya bahkan seks, terasa berkarat kepala ku ini. Yang diketahui saat ini hanyalah sekedar berapa gram racikan chemical untuk karet bertipe E, N, C atau A tanpa membuat semuanya gagal racikan. Belum lagi lembur kerja karena bekerja disebuah Laboratorium tak membuat semua orang bisa masuk kedalamnya, bahkan jika diperlukan aku harus berdiam diri di Lab 24 jam lamanya. Kebosanan ini semakin lama mungkin akan menghilang atau sisi pemberontaknya yang akan semakin membesar dan bergeriliya. Sisi egois lah yang selama ini bisa menahan, sisi sebagai manusia tolol yang merasa tak bisa berbuat apa-apa tanpa uang yang selama ini tak membuatku beranjak.
Kehidupan pribadi yang semakin lama terkikir oleh kehidupan materialistik, sebuah kehangatan perbincangan dengan sejoli ditambahkan dengan secangkir kopi atau teh sudah lama aku rindukan. Belum lagi halaman blogg ini semakin lama semakin berkarat karena aku lupakan, dan lagi aku rindu dengan suasana tengan malam yang sunyi yang setidaknya memberiku ketenangan batin dan memberi inspirasi.
Aku rindu menjadi gila dengan semua kekosongannya, tanpa sedikitpun sekat antar manusia berlevel A atau Z. Aku rindu dengan semua perbincangan tanpa batas dan tanpa arah, mengalir begitu saja. Menjadi gila waktu menjadi tak begitu berarti, hanya karakter dan pengetahuanlah yang bisa membuatmu bertahan lebih lama dari yang lain. Aku tidak begitu tertarik dengan sebuah pembicaraan yang dangkal, adakah manusia lain yang bisa aku ajak bicara dan diskusi berbagi ilmu menganai kematian, atom partikel, alien, sex, intelektual, arti dari sebuah kehidupan dan lebih jauh lagi tentang alam semesta beserta hukum fisika quantum'nya? atau selera musik yang membuatmu merasa bebeda, tentang kebohongan yang pernah terlempar dari mulutmu atau setidaknya bebicara bagaimana masa kecilmu dan hal apa saja yang membuatmu terjaga dimalam hari. Kita semua pasti mempunyai rasa tidak nyaman dan ketakutan, kenapa tidak berbicara tentang itu? aku menyukai seseorang dengan kedalaman pengetahuan dan pengalaman yang berbicara dengan pandangan hasrat yang tinggi dan suara tinggi penuh emosi yang lahir dari sebuah pola pikir yang abstrak.
Kehidupan pribadi yang semakin lama terkikir oleh kehidupan materialistik, sebuah kehangatan perbincangan dengan sejoli ditambahkan dengan secangkir kopi atau teh sudah lama aku rindukan. Belum lagi halaman blogg ini semakin lama semakin berkarat karena aku lupakan, dan lagi aku rindu dengan suasana tengan malam yang sunyi yang setidaknya memberiku ketenangan batin dan memberi inspirasi.
Aku rindu menjadi gila dengan semua kekosongannya, tanpa sedikitpun sekat antar manusia berlevel A atau Z. Aku rindu dengan semua perbincangan tanpa batas dan tanpa arah, mengalir begitu saja. Menjadi gila waktu menjadi tak begitu berarti, hanya karakter dan pengetahuanlah yang bisa membuatmu bertahan lebih lama dari yang lain. Aku tidak begitu tertarik dengan sebuah pembicaraan yang dangkal, adakah manusia lain yang bisa aku ajak bicara dan diskusi berbagi ilmu menganai kematian, atom partikel, alien, sex, intelektual, arti dari sebuah kehidupan dan lebih jauh lagi tentang alam semesta beserta hukum fisika quantum'nya? atau selera musik yang membuatmu merasa bebeda, tentang kebohongan yang pernah terlempar dari mulutmu atau setidaknya bebicara bagaimana masa kecilmu dan hal apa saja yang membuatmu terjaga dimalam hari. Kita semua pasti mempunyai rasa tidak nyaman dan ketakutan, kenapa tidak berbicara tentang itu? aku menyukai seseorang dengan kedalaman pengetahuan dan pengalaman yang berbicara dengan pandangan hasrat yang tinggi dan suara tinggi penuh emosi yang lahir dari sebuah pola pikir yang abstrak.
Minggu, 05 Juni 2016
Tuhan, Aku Masih Saja Gagal
Aku telah gagal memahami
semua ini
Aku telah membuang
percuma harta yang paling berharga
Yaitu Waktu.
Tuhan, engkaulah yang
bersumpah demi waktu
Mengapa Engkau bersumpah
demi waktu?
Sampai saat ini aku
gagal memahami itu
Dunia yang selama ini
aku kenal, tidak benar-benar aku kenal
Padahal,
Aku mempunyai hati dan
pikiran untuk merasakan-Mu
Aku mempunyai mata dan
telinga untuk membuktikan keberadaan-Mu
Tapi aku gagal
memahami-Mu
Engkau mengatakan
kepadaku
Jika Engkau tidak akan
meninggalkanku
Tapi bagaimana? Aku tak
mengerti itu.
Sangat sulit dirasakan
Sangat sulit terlihat
Aku berpikir, bahwa
terlalu jauh
Jika Engkau berdiam diri
jauh dilangit ke-7,
Terlalu jauh untuk mengawasiku
Kau tidak perlu tempat
untuk berdiam diri
Tapi, jika memang Engkau
lebih dekat dari urat nadiku
Mengapa aku masih saja
bertingkah seperti tak ada unsur-Mu dalam diriku?
Meski aku melecehkan-Mu,
Aku percaya Kau tidak akan merasa terlecehkan
Kau tak perlu aku untuk
membela-Mu
Meski aku tidak
memuja-Mu,
Aku percaya tidak akan sedikitpun berpengaruh pada kebesaran-Mu
Memuja-Mu adalah
kebutuhanku, bermanfaat untukku, bukan untuk-Mu
Kaulah yang layak dipuja
dan diutamakan
Kaulah yang menggerakan
energi semestaku ini
Hingga bintang-bintang
berterbangan, matahari terik bersinar dan hingga jantungku dapat berdetak
Akankah aku paham, jika
Engkau adalah diriku?
Kamis, 21 April 2016
Bagaimana Jika
Bagaimana jika tidak pernah ada waktu
Tidak ada irama dan alasan
Bagaimana jika tidak ada cahaya
Benar dan salah, keduanya tidak ada
Bagaimana jika aku tidak seharusnya disini?
Dipaksa menerima bahwa aku tidak lagi diterima disana
Bahwa kita tidak pantas hidup berdampingan disana
Bagaimana jika kamu memang salah
Jika disana tidak ada nada dan suara
Seharusnya aku benar, tapi aku salah
dan aku merasa kamu memilikinya
Benarkah aku harus melompat kesisi yang lain?
Tapi, bagaimana aku tahu jika aku tidak pernah mencoba
Setiap langkah yang aku tempuh bisa saja menjadi kesalahan terbesar
Bisa membuatku jatuh dan terpuruk
Ketika, sudah tak pantas lagi disana
Terimalah jika aku tak lagi diterima
Percaya saja,
Cahaya itu ada dan akan datang
Setelah berakhirnya malam.
Tidak ada irama dan alasan
Bagaimana jika tidak ada cahaya
Benar dan salah, keduanya tidak ada
Bagaimana jika aku tidak seharusnya disini?
Dipaksa menerima bahwa aku tidak lagi diterima disana
Bahwa kita tidak pantas hidup berdampingan disana
Bagaimana jika kamu memang salah
Jika disana tidak ada nada dan suara
Seharusnya aku benar, tapi aku salah
dan aku merasa kamu memilikinya
Benarkah aku harus melompat kesisi yang lain?
Tapi, bagaimana aku tahu jika aku tidak pernah mencoba
Setiap langkah yang aku tempuh bisa saja menjadi kesalahan terbesar
Bisa membuatku jatuh dan terpuruk
Ketika, sudah tak pantas lagi disana
Terimalah jika aku tak lagi diterima
Percaya saja,
Cahaya itu ada dan akan datang
Setelah berakhirnya malam.
Sabtu, 16 April 2016
Tanpamu
Masih terasa walau mulai pudar
genggaman tanganmu
Teringat dalam lamunan suara tawamu
Raga ini merindumu, jiwa ini abu tanpamu
Tanpamu malamku tak berbintang
Tanpamu hidupku semu dan lesu
Seharusnya tak ada yang menyiksa sesakit ini
Terus menerus menahan kerinduan
Waktu seharusnya mengerti
Tak semestinya menyiksaku dalam ketiadaan
Baiknya, seberapapun jauhnya sosokmu
Hangatmu tetap menyentuhku
Di terbit dan tenggelamnya mentari
Baiknya, bagaimanapun kamu
Getar itu masih sangat kuat menerpa
Di pasang dan surutnya perasaanku
Tanpamu, tanpa sang waktu.
genggaman tanganmu
Teringat dalam lamunan suara tawamu
Raga ini merindumu, jiwa ini abu tanpamu
Tanpamu malamku tak berbintang
Tanpamu hidupku semu dan lesu
Seharusnya tak ada yang menyiksa sesakit ini
Terus menerus menahan kerinduan
Waktu seharusnya mengerti
Tak semestinya menyiksaku dalam ketiadaan
Baiknya, seberapapun jauhnya sosokmu
Hangatmu tetap menyentuhku
Di terbit dan tenggelamnya mentari
Baiknya, bagaimanapun kamu
Getar itu masih sangat kuat menerpa
Di pasang dan surutnya perasaanku
Tanpamu, tanpa sang waktu.
Senin, 28 Maret 2016
Bersatu dengan Diri
Bersatu dengan Diri
Tidak
bisa dipungkiri pergi bebas kemana saja selalu menyenangkan, ketika terhubung
dengan pikiran kita sendiri sehingga menjauhkan diri dari sejarah, tekanan,
hukum dan kewajiban yang menjengkelkan dan inilah kebebasan yang sebenarnya. Saya akan terus mengikuti kemana pun matahari terbenam dan saat ini, saya tidak
membutuhkan uang, uang hanya membuat saya selalu berhati-hati. Lebih dari cinta,
uang, keyakinan, ketenaran dan keadilan, tolong berikanlah aku sebuah
kebenaran.
Terkadang saya sendiri menjadi seseorang yang sangat tidak patut untuk dicintai, berjalan sendiri
mengisi kekosongan dan mencoba menutupi celah masa lalu, terkadang lebih baik.
Sadar atau tidak, saya berpikir bahwa dalam hidup ini saya tidak perlu untuk
menjadi kuat, tetapi bagaimana saya merasa kuat. Mencoba untuk mengukur
kemampuan diri sendiri sekali ini saja, mencoba berada dalam hal yang paling
kuno dan sangat jauh dari sejarah. Kenyataannya, hadapilah kegelapan dan
keheningan sendiri tanpa apapun, tanpa apapun kecuali dengan apapun yang bisa
kepalaku proses dan bagaimana tangan ini membuatnya.
Jika
kehidupan manusia bisa diatur oleh pemikirannya sendiri, mungkin kemungkinan
adanya kehidupan itu sulit bahkan hilang. Saya belum mengalami banyak hal dalam
hidup, tapi saat ini apa yang saya lakukan adalah bagaimana manemukan apa yang
diperlukan untuk kebahagiaan. Mungkin saja menyendiri didalam kesunyian tempat
terpencil dengan kemungkinan bisa melakukan hal yang berguna untuk orang lain
dan bagi mereka yang tidak terbiasa melakukannya sendiri. Bekerja dengan satu
harapan, mungkin bisa bermanfaat untuk orang lain dan kemudian beristirahat,
menikmati alam, membaca buku, musik jazz atau country atau bahkan jatuh cinta
kepada ‘bule’ mungkin itulah kebahagiaan yang saya tahu. Kemudian apa lagi
diatas semua itu?? Kita mempunyai belahan jiwa dan mungkin beberapa anak,
setahuku itulah yang didambakan pria. Sebuah kesalahan bila kita berpikir bahwa
kebahagiaan didapat hanya dari proses hubungan sesama manusia saja, Tuhan sudah
menyiapkan dan menciptakan semua ini di sekitar kita. Kebahagiaan ada dalam
segala hal dan apapun yang bisa dirasakan. Sebagai manusia kita hanya perlu
merubah cara pandang kita terhadap hal tersebut. Tetapi memang ada hal yang
jauh lebih besar dan kita semua sepakat menyebutnya ‘Tuhan’.
Kekecewaan
kita hanya akan membawa kita jauh lebih terpuruk, terbelenggu dengan kebencian
dan kemudian kebijaksanaan yang telah lama dipelajari akan hilang. Sampai saat
ini yang saya tahu ketika saya dikecewakan adalah memakluminya, ketika merasa
diri ini tersakiti, yang saya tahu hanyalah menyembuhkannya dengan cara yang
benar. Saya yakin ketika saya mau memaafkan, berarti saya benar-benar
mencintainya dan menyayanginya sebagai manusia dan jika mencintai, percayalah, Tuhan
akan selalu bersama. Satu lagi, jika kamu memilih dengan cara
“pelarian/pelampiasan”, tidak seharusnya kamu kembali dari “pelarian”.
Rabu, 23 Maret 2016
Hidup Itu Sulit 1
Hidup itu sulit, inilah kebenaran utama. karena begitu kita benar-benar melihat kebenaran ini, kita sudah mengatasi kesulitan itu. Kebanyakan orang tidak melihat kebenaran ini sepenuhnya, bahwa hidup itu sulit. Kita kerap mengeluh hidup kita penuh dengan beban dan kesulitan, seolah-olah hidup itu mudah dan seharusnya hidupitu gampang.
Bila kita menghindari penderitaan yang berasal dari masalah yang kita hadapi, berarti kita sudah menghindari perkembangan yang akan terjadi pada diri kita. Satu-satunya cara menghadapi masalah adalah dengan menghadapinya dan memecahkannya. Mungkin ini terdengar seperti ungkapan tautologis (pengulangan gagasan) yang bodoh, namun sekali lagi banyak orang yang tidak paham.
bersambung.....
Bila kita menghindari penderitaan yang berasal dari masalah yang kita hadapi, berarti kita sudah menghindari perkembangan yang akan terjadi pada diri kita. Satu-satunya cara menghadapi masalah adalah dengan menghadapinya dan memecahkannya. Mungkin ini terdengar seperti ungkapan tautologis (pengulangan gagasan) yang bodoh, namun sekali lagi banyak orang yang tidak paham.
bersambung.....
Ini-lah
Inilah mimpi malam tadi,
Berjalan dengan seorang wanita
Yang telah aku kenal bagaimana mukanya dan siapa namanya
Hanya berjalan, menyusuri jalan untuk menemukan tempat yang baru
dan menemukan apa kesenangan kita
Kita tau jelas, bahwa ini sangatlah sulit
Perjalanan yang panjang, banyaknya tragedi, drama dan masalah
Satu hal yang membuat kita sadar dan kuat,
Kita percaya, 'Hidup tak akan seperti ini terus'
Kesedihan, kesenangan dan ketakutan itu hanyalah pilihan
Tapi, Perjuangan dan pengorbanan itulah kenyataan.
Berjalan dengan seorang wanita
Yang telah aku kenal bagaimana mukanya dan siapa namanya
Hanya berjalan, menyusuri jalan untuk menemukan tempat yang baru
dan menemukan apa kesenangan kita
Kita tau jelas, bahwa ini sangatlah sulit
Perjalanan yang panjang, banyaknya tragedi, drama dan masalah
Satu hal yang membuat kita sadar dan kuat,
Kita percaya, 'Hidup tak akan seperti ini terus'
Kesedihan, kesenangan dan ketakutan itu hanyalah pilihan
Tapi, Perjuangan dan pengorbanan itulah kenyataan.
Berlarilah
Sampai dimana kita?
Sebelum semua ini
terjadi,
Kita telah bersama untuk
waktu yang lama
Kita
hanya dibodohi pikiran kita sendiri
Rasa
kita sama,
Tapi
untuk mengarungi samudera kehidupan
Tak
cukup hanya sekedar sama
Dimanakah kita sekarang?
Sebelum kita berlari
sendiri-sendiri,
Kita cukup lama
bergandengan
Sekarang
biarkan aku berlari didepanmu
Berlari
didepanmu, tidak akan membuatmu lelah mengejar
Tidak
juga membuatku kesal menunggu
Jika kamu
berlari didepanku
Kamu tidak akan menunggu
Kamu akan terus berlari
dan menjauh
Dengan semua rasa sakit
dan amarah
Jelas, takkan sanggup
aku mengejar
Kali ini saja
Berlarilah
dibelakangku
Biarkan
aku perbaiki semuanya
Sebelum
kamu mengetahuinya
Semoga dapat ku rapikan
Semua yang telah aku kacaukan
Sebelum
semuanya semakin jauh terlambat
Sabtu, 27 Februari 2016
Mindless Dreaming
Senang bila kamu bisa menyempatkan bertemu
Apa kabar? bagaimana hidupmu? bagaimana keluargamu?
Apakah lebih baik saat ini? lebih sibukkah dari biasanya?
Dulu, kita bukanlah orang yang banyak bicara ini itu
Kita sangat menjaga satu sama lain dan aku tau kenapa
Terakhir kali kamu melihatku
Aku masih terkurung dan terbakar dibalik pikiran tentang kamu
Saat itu, kamu berikan semua arti keindahan dan aku hanya membuat semuanya memudar
Dan kemudian sekarang, aku mempertaruhkan harga diri
Berdiri didepanmu dan berkata "maaf untuk hari itu"
Aku mencoba kembali setiap waktu
Aku mencoba untuk membebaskan diri tapi yang terjadi, aku merindu
Hampir setiap malam tidak bisa tertidur
Terjaga, bermain dengan pikiran yang hilang
Dihari bahagiamu aku tidak menelponmu atau mengirimmu pesan
Akhirnya, aku berfikir tentang hari-hari terbaik kita untuk bisa tertidur
Aku sangat menyadari, aku semakin dalam mencintaimu
Aku mencintai wajahmu, seleramu, senyummu dan itu baik buatku
Ini hanyalah khayalan kosong belaka
Berharap pada mimpi yang tak berguna
Tapi, jika kita mencintai lagi, aku akan mencintaimu dengan tepat.
Apa kabar? bagaimana hidupmu? bagaimana keluargamu?
Apakah lebih baik saat ini? lebih sibukkah dari biasanya?
Dulu, kita bukanlah orang yang banyak bicara ini itu
Kita sangat menjaga satu sama lain dan aku tau kenapa
Terakhir kali kamu melihatku
Aku masih terkurung dan terbakar dibalik pikiran tentang kamu
Saat itu, kamu berikan semua arti keindahan dan aku hanya membuat semuanya memudar
Dan kemudian sekarang, aku mempertaruhkan harga diri
Berdiri didepanmu dan berkata "maaf untuk hari itu"
Aku mencoba kembali setiap waktu
Aku mencoba untuk membebaskan diri tapi yang terjadi, aku merindu
Hampir setiap malam tidak bisa tertidur
Terjaga, bermain dengan pikiran yang hilang
Dihari bahagiamu aku tidak menelponmu atau mengirimmu pesan
Akhirnya, aku berfikir tentang hari-hari terbaik kita untuk bisa tertidur
Aku sangat menyadari, aku semakin dalam mencintaimu
Aku mencintai wajahmu, seleramu, senyummu dan itu baik buatku
Ini hanyalah khayalan kosong belaka
Berharap pada mimpi yang tak berguna
Tapi, jika kita mencintai lagi, aku akan mencintaimu dengan tepat.
Jumat, 22 Januari 2016
Sudut Pandang Baru
bisakah kita percepat kebagian dimana kau marah padaku??
hentikan disitu, biarkan aku membetulkannya
aku ingin hidup dengan sudut pandang yang baru
biar kupuja selera mahalmu dari sudut pandang yang baru
kejarlah aku, dan aku akan pergi
tak bersyukur, tapi kita masih bisa menghargai waktu
kita bergerak dengan gairah yang baru, kita tahu segalanya baik-baik saja
ayolah, biarkan aku melihatmu, menyentuhmu dan menikmatimu, dari sudut pandang yang baru
ku dapatkan kembali ketenangan dan bertanya bagaimana akhir dari perasaan ini
langsung saja ke intinya
hey, bisakah kita kembali kebagian kau marah padaku??
akan ku tunjukan bahwa aku bisa datang dan pergi
rencana-rencana telah gagal
dan aku menimpakan beban padamu
aku tahu, tidak ada lagi yang harus ku katakan
memang tidak adil, biarkan aku menyempurnakannya
tapi ide buruk bila menjalani hidup yang sempurna
sekarang, kejarlah aku, maka aku akan pergi
tak ingin jalani kehidupan sempurna
bisakah kau terus marah padaku??
hentikan disitu, biarkan aku membetulkannya
aku ingin hidup dengan sudut pandang yang baru
biar kupuja selera mahalmu dari sudut pandang yang baru
kejarlah aku, dan aku akan pergi
tak bersyukur, tapi kita masih bisa menghargai waktu
kita bergerak dengan gairah yang baru, kita tahu segalanya baik-baik saja
ayolah, biarkan aku melihatmu, menyentuhmu dan menikmatimu, dari sudut pandang yang baru
ku dapatkan kembali ketenangan dan bertanya bagaimana akhir dari perasaan ini
langsung saja ke intinya
hey, bisakah kita kembali kebagian kau marah padaku??
akan ku tunjukan bahwa aku bisa datang dan pergi
rencana-rencana telah gagal
dan aku menimpakan beban padamu
aku tahu, tidak ada lagi yang harus ku katakan
memang tidak adil, biarkan aku menyempurnakannya
tapi ide buruk bila menjalani hidup yang sempurna
sekarang, kejarlah aku, maka aku akan pergi
tak ingin jalani kehidupan sempurna
bisakah kau terus marah padaku??
Rabu, 13 Januari 2016
Hanya Kita
Aku tau kau ada disana.
Tak kemana, Kosong.
Sama sepertiku.
Ingat, Pada saatnya akan kubawa dirimu,
Kejalan yang belum pernah kita lalui selama hidup kita
Tak usah takut nyasar,
Jalan yang baru siap menyuguhkan pemandangan baru yang original,
Tanpa bayang kenangan.
Hanya Kita, ya berdua saja
Tak kemana, Kosong.
Sama sepertiku.
Ingat, Pada saatnya akan kubawa dirimu,
Kejalan yang belum pernah kita lalui selama hidup kita
Tak usah takut nyasar,
Jalan yang baru siap menyuguhkan pemandangan baru yang original,
Tanpa bayang kenangan.
Hanya Kita, ya berdua saja
Kamis, 28 Mei 2015
Anak Muda, Inilah Cinta
Setelah
melalui perdebatan panjang ,perbedaan pola pikir dan datang dari lingkungan
yang jauh berbeda. Ketika, keinginan hati tak lagi berarti keegoisan tak dapat
saling diadukan, akhirnya kita bersama. Tidak sedikitpun merubah, tidak
sedikitpun berkeinginan, coba lalui dan
jalani setiap celah perbedaan, erat bergandengan walau hanya dengan satu
persamaan. Mendebatkan apa yang disukai, apa ada persamaan dan bagaimana dengan
banyaknya perbedaan kita. Tak peduli, kita akan tetap bersama dengan alasan
apapun, bukti yang tak bisa orang lain sangkal bahwa kita bersama untuk waktu
yang lama, kenyataan mereka sangat meragukan keteguhanmu dalam menghadapi
jurang perbedaan yang sangat jelas menganga tidak benar. Coba tak peduli
bagaimana mereka mencaci, lalui saja sebagai proses, jalani sebagai bagian dari
setiap cobaan dan ujian. Kita percaya jauh didepan sana masih banyak mimpi yang
harus kita gapai, setiap langkah membutuhkan kematangan dan kedewasaan kita
dalam menghadapi setiap rintangan. Jangan menyerah ketika berkali kau kecewa
berkali kau jatuh, tidak berhenti belajar menemukan hal positif disetiap
kejadian yang sangat buruk sekalipun. Jangan pernah membenci hanya dari satu
kesalahan, masih banyak sisi baik dari setiap individu bahkan mereka korbankan
untuk kita walaupun sekarang mereka berubah mencibir, sabarlah.
Berusaha
sekuat tenaga bagimana mengurangi sedikit ego dan gengsi, berusaha berubah
menjadi milikmu yang lebih baik lagi tidaklah hanya anggukan kepala atau
senyuman untuk sekedar membuatmu tenang. Pada dasarnya manusia harus saling
menghargai, menghormati dan memaklumi. Sedikit apapun perubahan akan sangat
berarti bila kita hargai, sebanyak apapun perbedaan tidak berarti bila kita
saling memaklumi dan mengerti. Perbedaan tidak akan jauhkan kita dari mimpi,
perbedaan akan menjadikan kita sosok yang saling melengkapi, bukan dirimu yang
membuat sempurna, bukan aku pula yang membuat keindahan tapi kita yang membuat
kesempurnaan. Dengan segala kelebihanku, akui, aku bisa menutupi semua
kekuranganmu begitupun sebaliknya. Kita sempurna hanya karena satu kesamaan,
dengan segala kelebihan yang dimiliki kita mau untuk menutupi dan melengkapi
pasangan kita. Tidaklah kita mencari kesempurnaan, karena kesempurnaan hadir
diantara kita jika kita berusaha mewujudkannya bukan mengejar sosoknya.
Yakinlah semua mimpi-mimpi akan terwujud jika kita bersama, aku ingin mimpiku
tercapai bersamamu, kita merencanakan semuanya kita juga akan menjalinya
bersama senang ataupun tidak, suka ataupun duka dengan tawa ataupun air mata.
Anak
muda, inilah cinta. Cinta datang kepada mereka yang percaya walau mereka telah
dikhianati, cinta datang pada mereka yang mempunyai harapan walau mereka telah
dikecewakan, cinta datang kepada mereka yang ingin mencintai walau mereka telah
disakiti sebelumnya dan cinta datang kepada mereka yang mempunyai keberanian
dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan.
Pahamilah,
memang selalu ada saja hal yang tidak bisa kita memaksakan. Tampak apa yang
kita usahakan terasa tiada berguna. Tak apa, kita akan terus menjadi orang yang
hebat jika kita mampu mengambil pelajaran dari setiap peristiwa terburuk. Tiada
yang sia-sia, tidak ada yang percuma dan tak seharusnya pun kita menyesali. Selalu
ada waktu untuk kita berubah, selalu ada kesempatan untuk kita memperbaiki dan
selalu ada jalan untuk membuktikan bahwa kita sangat pantas mendapatkan apa
yang kita inginkan. Jangan pernah berhenti memperbaiki, jadilah individu yang
indah dan buktikan.
Tak
peduli kita separah apapun disakiti, itu akan membuatmu jadi lebih kuat. Tak
peduli berapa kalipun kita dikhianati, itu akan membuat kita jauh lebih
hati-hati dan tak peduli berapa kalipun dikecewakan semoga saja semuanya bisa
menjadikan kita lebih dewasa dan bijaksana. Layaknya sebuah cerita, tentu ada
akhir dari setiap cerita. Sedih, bahagia atau bahkan sama sekali tidak jelas.
Terima saja, suka atau tidak dengan tawa atau air mata karena itulah kenyataan,
tak sepatutnya kita terus hidup dalam belenggu imaji yang samar. Kita berharga,
pintar, cantik/tampan dan pantas dihargai. Anak muda, cinta yang kita
perjuangkan tidak selalu berakhir manis (happy ending), kita dipaksa menghadapi
masalah yang tak terpikirkan sebelumnya. Sembuhkan lukamu, perbaiki dirimu dan
datanglah pada orang yang memang bisa menghargaimu, mencintaimu dan menerimamu
apa adanya.
Rabu, 08 April 2015
Kali Ini, Tak Ada Lagi yang Akan Mengecewakanmu
Wanita,
aku menghormati sosokmu karena ibuku.
Karena dia adalah seorang wanita yang sangat mencintaiku seburuk apapun diriku,
sabar menunggu perubahan pada diriku dan tak pernah lelah menasehati sekalipun
aku tidak peduli.
Ibu berkata,
Anakku, carilah wanita
setidaknya seperti diriku yang sangat menyayangimu dan menerimamu apa adanya,
karena dialah yang kelak menggantikan tugasku, pastikan dia bisa menggantikan
tugasku. Ibu yang paling merasa cemburu ketika anak laki-lakinya sudah
mempunyai calon pendamping, ibu yang merasa paling resah apakah dia bisa
mencintaimu bukan karena pekerjaanmu, wajahmu atau kedudukanmu tapi dia tulus
ingin menemanimu disisa hidupmu, memegang erat tanganmu ketika duka datang dan
tetap menasehati ketika kamu bergelimang kesenangan. Dirimu laki-laki yang
ditakdirkan untuk memimpin, pilihlah pertner hidupmu sesuai keinginanmu.
Walaupun wanita pasti akan mengecewakanmu, tetaplah kuat anakku, wajar karena
mereka mempunyai sedikit waktu untuk memilih pasangan sesuai kehendak mereka, sedangkan
dirimu berbeda, kamu seorang laki-laki dirimu akan semakin mahal jika usia,
pekerjaan dan kedudukanmu semakin bertambah, jadi selektiflah memilih, rasakan
mana yang benar-benar menyayangimu dan mana yang memanfaatkanmu, tapi jangan
membuatmu menjadi seorang yang terlalu pemilih, tidak ada yang sempurna anakku.
Belajarlah untuk selalu mencintai kekurangannya cobalah untuk terus berusaha
melengkapi kelemahannya, jika begitu, kalian akan sempurna sebagai partner
bukan sebagai individu.
Anakku, diusiamu
yang sekarang ditambah dengan kesibukanmu menyelesaikan studi, kamu belum
menjadi laki-laki sesungguhnya, sedikitpun kamu belum berharga. Percayalah
dengan semua kemampuanmu dan semua keyakinanmu bahwa semua mimpimu akan
tercapai, carilah pekerjaan yang bisa mengangkat derajat dan harga dirimu
didepan wanita. Teruslah belajar mengurangi kesalahanmu pada wanita,
berusahalah dengan semua kekuranganmu. Hindarilah wanita yang hanya bisa
mengingat kesalahan dan kekuranganmu karena dia takkan pernah bisa melihat
sosok luarbiasa dari dirimu, jadilah pemaaf.
Ketika semua
perjuanganmu menghasilkan dan semua pengorbananmu terbayarkan, kamu akan
tersenyum, tersenyum bangga pada wanita yang mencampakannmu, jadilah pemaaf.
Ketika semua mimpimu terwujud dan bisa berdiri tegak diatas kakimu sendiri
disitulah dirimu yang sesungguhnya sebagai laki-laki. Pilihlah teman hidupmu
sesuai keinginanmu, walau waktumu tak terbatas, cepatlah tentukan sebelum
dirimu terlalu asik dengan kesibukan. Kali ini tak ada lagi yang akan mengecewakanmu,
karena kamu pintar, kuat dan berharga.
Langganan:
Postingan (Atom)