Aku menyaksikanmu dari ujung jembatan
Aku menunggumu di ujung jalan
Tak pernah sekalipun ku temui seseorang
Dalam 3 tahun terakhirku
Ilalang, karat dan jamur menjalar ditubuhku
Mereka yang menyalakan tungku
Mereka yang membuatkan kopi
dan Mereka yang setidaknya memberikanku alasan menulis
Tidak ada.
Keindahan pagar narasi ku tiada
Kecantikan taman puisiku dipenuhi ilalang
Aku telah menjadi hama bagi diriku sendiri
Rangkaian kata yang semula menggila
Untaian kasih sayang yang semula menjelma
Kini tertidur
Walaupun karat, jamur dan ilalang
Tak pernah benar benar merusakku
Tetap, aku membutuhkanmu
Untuk mengusir kelembaban diruang kosakata ku.
brahmanda sandie
Rabu, 04 Oktober 2017
Keluarlah!!!
Untuk tahu siapa dirimu
Tak perlu kau lihat bagaimana orang lain
Kamu hanya perlu melihat lebih dalam
Lebih dalam lagi dan lagi "Siapa diri-Mu?'
Biarkan diri mu sendiri menyendiri
dan menggambarkan semua keanehan
Apa sebenarnya yang aku cintai?
Tolong,
Jagalah matamu agar kau tetap bisa melihat
Biarkan nafsumu agar tetap menyala
Tapi, beri tahu aku apa yang ada dalam hatimu
Namun, jika yang ada yang ada dalam hatimu
Luka dan kesedihan
Hiduplah dengannya
Luka dan kesedihan adalah,
tempat dimana cahaya bisa memasuki mu.
Tak perlu kau lihat bagaimana orang lain
Kamu hanya perlu melihat lebih dalam
Lebih dalam lagi dan lagi "Siapa diri-Mu?'
Biarkan diri mu sendiri menyendiri
dan menggambarkan semua keanehan
Apa sebenarnya yang aku cintai?
Tolong,
Jagalah matamu agar kau tetap bisa melihat
Biarkan nafsumu agar tetap menyala
Tapi, beri tahu aku apa yang ada dalam hatimu
Namun, jika yang ada yang ada dalam hatimu
Luka dan kesedihan
Hiduplah dengannya
Luka dan kesedihan adalah,
tempat dimana cahaya bisa memasuki mu.
Disanalah Aku
Aku tak pernah bisa terlihat olehmu
Bukan karena aku pengecut
Keramaian hanyalah bentuk majemuk dari kebodohan
Jika selama ini kamu mencariku
Cari saja di sisi sudut tergelap kota itu
Di kota, dimana kamu hanya bisa melihat kemunafikan
Kebodohan pun merajalela disana
Akulah kebenaran yang diam disisi tergelap kota itu
Tapi tolong, tetap simpan aku di sisi tergelapmu
Jika kamu berhasil
Menemukanku.
Bukan karena aku pengecut
Keramaian hanyalah bentuk majemuk dari kebodohan
Jika selama ini kamu mencariku
Cari saja di sisi sudut tergelap kota itu
Di kota, dimana kamu hanya bisa melihat kemunafikan
Kebodohan pun merajalela disana
Akulah kebenaran yang diam disisi tergelap kota itu
Tapi tolong, tetap simpan aku di sisi tergelapmu
Jika kamu berhasil
Menemukanku.
Kamu
Kamu adalah cinta
Yang selalu membuatku terperangkap
Aku bisa melihat kesakitab di masa lalu mu
Hubungan antar manusia yang penuh dusta
Coretan masa kecil yang lara
Ketika kau genggam tangan ini
Aku seperti merasakan kesepian, kesedihan dan air mata
Ini seperti drama yang aku lihat beberapa waktu lalu
Ketika ku mencumbu bibir mu dengan lembut
Aku merasakan wangi strawberry disela gigimu
Ya, disanalah masa depan
Bisa saja kamu bosan dengan hidup yang kamu jalani
Ketika aku menahanmu untuk tidak pergi
Kamu semakin menjauh dan tak menoleh
Ketika kita tertawa
Disanalah rasa marahmu
Rasa marah akan sesuatu, tidak tahu
Aku sudah melakukannya
dan Aku tak pernah melakukan ini sebelumnya
Ku lepaskan mu dengan damai
Ku cintaimu dalam diam
Do'a ku hanyalah Bualan!!
Yang selalu membuatku terperangkap
Aku bisa melihat kesakitab di masa lalu mu
Hubungan antar manusia yang penuh dusta
Coretan masa kecil yang lara
Ketika kau genggam tangan ini
Aku seperti merasakan kesepian, kesedihan dan air mata
Ini seperti drama yang aku lihat beberapa waktu lalu
Ketika ku mencumbu bibir mu dengan lembut
Aku merasakan wangi strawberry disela gigimu
Ya, disanalah masa depan
Bisa saja kamu bosan dengan hidup yang kamu jalani
Ketika aku menahanmu untuk tidak pergi
Kamu semakin menjauh dan tak menoleh
Ketika kita tertawa
Disanalah rasa marahmu
Rasa marah akan sesuatu, tidak tahu
Aku sudah melakukannya
dan Aku tak pernah melakukan ini sebelumnya
Ku lepaskan mu dengan damai
Ku cintaimu dalam diam
Do'a ku hanyalah Bualan!!
Scared
Kamu bilang, kamu mencintai hujan
Tapi kamu segera memakai payung dikala dia turun
Kamu bilang, kamu suka matahari
Tapi ketika kamu berjalan dibawahnya
Segera kamu mencari perlindungan
Kamu bilang, angin adalah hidupmu
Tapi ketika dia berhembus
Segera kamu tutup jendelamu
Jadi, ketika kamu berbicara
Jika kamu sangat mencintaiku
Dikala itu pula aku Takut.
Tapi kamu segera memakai payung dikala dia turun
Kamu bilang, kamu suka matahari
Tapi ketika kamu berjalan dibawahnya
Segera kamu mencari perlindungan
Kamu bilang, angin adalah hidupmu
Tapi ketika dia berhembus
Segera kamu tutup jendelamu
Jadi, ketika kamu berbicara
Jika kamu sangat mencintaiku
Dikala itu pula aku Takut.
Minggu, 19 Maret 2017
Rindu Menjadi Gila
Dalam beberapa bulan terakhir ini waktu terasa habis oleh kesibukan sebagai manusia normal. Makan, tidur, kerja, tidur lagi. Tak sedikit pun waktu ini bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain, misalkan menjadi orang gila. Hidup menjadi manusia normal seperti kebanyakan disatu sisi memang tak seberat menjadi orang tolol dan gila. Tak harus berpikir, hanya bertindak sesuai SOP'nya (Standar Opertional Prosedur). Tapi jauh dalam pikiran dan lebih jauh lagi ke dalam inti sel, ini semua tak bisa begitu saja aku terima dengan mudah. 6 bulan tanpa berbicara politik, agama, sosial budaya bahkan seks, terasa berkarat kepala ku ini. Yang diketahui saat ini hanyalah sekedar berapa gram racikan chemical untuk karet bertipe E, N, C atau A tanpa membuat semuanya gagal racikan. Belum lagi lembur kerja karena bekerja disebuah Laboratorium tak membuat semua orang bisa masuk kedalamnya, bahkan jika diperlukan aku harus berdiam diri di Lab 24 jam lamanya. Kebosanan ini semakin lama mungkin akan menghilang atau sisi pemberontaknya yang akan semakin membesar dan bergeriliya. Sisi egois lah yang selama ini bisa menahan, sisi sebagai manusia tolol yang merasa tak bisa berbuat apa-apa tanpa uang yang selama ini tak membuatku beranjak.
Kehidupan pribadi yang semakin lama terkikir oleh kehidupan materialistik, sebuah kehangatan perbincangan dengan sejoli ditambahkan dengan secangkir kopi atau teh sudah lama aku rindukan. Belum lagi halaman blogg ini semakin lama semakin berkarat karena aku lupakan, dan lagi aku rindu dengan suasana tengan malam yang sunyi yang setidaknya memberiku ketenangan batin dan memberi inspirasi.
Aku rindu menjadi gila dengan semua kekosongannya, tanpa sedikitpun sekat antar manusia berlevel A atau Z. Aku rindu dengan semua perbincangan tanpa batas dan tanpa arah, mengalir begitu saja. Menjadi gila waktu menjadi tak begitu berarti, hanya karakter dan pengetahuanlah yang bisa membuatmu bertahan lebih lama dari yang lain. Aku tidak begitu tertarik dengan sebuah pembicaraan yang dangkal, adakah manusia lain yang bisa aku ajak bicara dan diskusi berbagi ilmu menganai kematian, atom partikel, alien, sex, intelektual, arti dari sebuah kehidupan dan lebih jauh lagi tentang alam semesta beserta hukum fisika quantum'nya? atau selera musik yang membuatmu merasa bebeda, tentang kebohongan yang pernah terlempar dari mulutmu atau setidaknya bebicara bagaimana masa kecilmu dan hal apa saja yang membuatmu terjaga dimalam hari. Kita semua pasti mempunyai rasa tidak nyaman dan ketakutan, kenapa tidak berbicara tentang itu? aku menyukai seseorang dengan kedalaman pengetahuan dan pengalaman yang berbicara dengan pandangan hasrat yang tinggi dan suara tinggi penuh emosi yang lahir dari sebuah pola pikir yang abstrak.
Kehidupan pribadi yang semakin lama terkikir oleh kehidupan materialistik, sebuah kehangatan perbincangan dengan sejoli ditambahkan dengan secangkir kopi atau teh sudah lama aku rindukan. Belum lagi halaman blogg ini semakin lama semakin berkarat karena aku lupakan, dan lagi aku rindu dengan suasana tengan malam yang sunyi yang setidaknya memberiku ketenangan batin dan memberi inspirasi.
Aku rindu menjadi gila dengan semua kekosongannya, tanpa sedikitpun sekat antar manusia berlevel A atau Z. Aku rindu dengan semua perbincangan tanpa batas dan tanpa arah, mengalir begitu saja. Menjadi gila waktu menjadi tak begitu berarti, hanya karakter dan pengetahuanlah yang bisa membuatmu bertahan lebih lama dari yang lain. Aku tidak begitu tertarik dengan sebuah pembicaraan yang dangkal, adakah manusia lain yang bisa aku ajak bicara dan diskusi berbagi ilmu menganai kematian, atom partikel, alien, sex, intelektual, arti dari sebuah kehidupan dan lebih jauh lagi tentang alam semesta beserta hukum fisika quantum'nya? atau selera musik yang membuatmu merasa bebeda, tentang kebohongan yang pernah terlempar dari mulutmu atau setidaknya bebicara bagaimana masa kecilmu dan hal apa saja yang membuatmu terjaga dimalam hari. Kita semua pasti mempunyai rasa tidak nyaman dan ketakutan, kenapa tidak berbicara tentang itu? aku menyukai seseorang dengan kedalaman pengetahuan dan pengalaman yang berbicara dengan pandangan hasrat yang tinggi dan suara tinggi penuh emosi yang lahir dari sebuah pola pikir yang abstrak.
Minggu, 05 Juni 2016
Tuhan, Aku Masih Saja Gagal
Aku telah gagal memahami
semua ini
Aku telah membuang
percuma harta yang paling berharga
Yaitu Waktu.
Tuhan, engkaulah yang
bersumpah demi waktu
Mengapa Engkau bersumpah
demi waktu?
Sampai saat ini aku
gagal memahami itu
Dunia yang selama ini
aku kenal, tidak benar-benar aku kenal
Padahal,
Aku mempunyai hati dan
pikiran untuk merasakan-Mu
Aku mempunyai mata dan
telinga untuk membuktikan keberadaan-Mu
Tapi aku gagal
memahami-Mu
Engkau mengatakan
kepadaku
Jika Engkau tidak akan
meninggalkanku
Tapi bagaimana? Aku tak
mengerti itu.
Sangat sulit dirasakan
Sangat sulit terlihat
Aku berpikir, bahwa
terlalu jauh
Jika Engkau berdiam diri
jauh dilangit ke-7,
Terlalu jauh untuk mengawasiku
Kau tidak perlu tempat
untuk berdiam diri
Tapi, jika memang Engkau
lebih dekat dari urat nadiku
Mengapa aku masih saja
bertingkah seperti tak ada unsur-Mu dalam diriku?
Meski aku melecehkan-Mu,
Aku percaya Kau tidak akan merasa terlecehkan
Kau tak perlu aku untuk
membela-Mu
Meski aku tidak
memuja-Mu,
Aku percaya tidak akan sedikitpun berpengaruh pada kebesaran-Mu
Memuja-Mu adalah
kebutuhanku, bermanfaat untukku, bukan untuk-Mu
Kaulah yang layak dipuja
dan diutamakan
Kaulah yang menggerakan
energi semestaku ini
Hingga bintang-bintang
berterbangan, matahari terik bersinar dan hingga jantungku dapat berdetak
Akankah aku paham, jika
Engkau adalah diriku?
Langganan:
Postingan (Atom)